Comeback Besar Inter atau Sejarah Baru Bodo/Glimt?
MILAN, RIAUKU.COM - Stadion megah Giuseppe Meazza, atau lebih akrab disebut San Siro, akan menjadi saksi bagi Inter Milan dan Bodo/Glimt pada Rabu (25/02/2026) pukul 03.00 WIB nanti. Di panggung leg kedua playoff fase gugur UEFA Champions League, Inter Milan harus melakukan comeback besar atau malah tersingkir dan menciptakan sejarah baru bagi Bodo/Glimt.
Pada leg pertama, Nerazzurri tertinggal agregat 1-3. Artinya, kemenangan dengan selisih minimal dua gol menjadi harga mati untuk menjaga napas di kompetisi elite Eropa ini.
Berita Terkait
- Momen Haru di Pekanbaru! Anak Panti dan Hotel Bintang Tiga Duduk Satu Meja
- Safari Ramadan di Mapolda Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Krisis Global
- Ratusan Lampu Colok Terangi Malam Ramadhan di Bukit Raya, Tradisi Lama Kembali Hidup
- Wabup Rohul Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadan
- Cara Licik AS-Israel, Palsukan Drone Iran untuk Serang Negara Arab
Kekalahan di Norwegia pekan lalu masih membekas. Bermain di Aspmyra Stadion dengan lapangan sintetis dan suhu di bawah nol derajat, Inter tampak kesulitan beradaptasi. Tempo cepat dan pressing agresif tuan rumah membuat permainan mereka tak berkembang. Tiga gol Bodo/Glimt lahir lewat Sondre Fet, Jens Petter Hauge, dan Kasper Hogh. Inter hanya mampu membalas sekali melalui Francesco Pio Esposito.
Hasil itu juga memicu diskusi soal keputusan rotasi yang diambil pelatih Cristian Chivu. Terlebih, performa Inter di fase liga sebelumnya memang naik-turun—sempat menyapu empat kemenangan awal sebelum tergelincir dengan tiga kekalahan beruntun.
Secara historis, Inter dikenal punya mental kuat di fase gugur. Namun data berbicara tegas: dari 52 laga knockout Liga Champions, mereka hanya enam kali menang dengan margin dua gol dan belum pernah menang dengan selisih tiga gol. Skenario yang kini dibutuhkan jelas bukan sesuatu yang lazim terjadi.
Meski begitu, harapan tetap menyala. Performa domestik Inter sedang sangat meyakinkan. Tujuh kemenangan beruntun di Serie A, termasuk kemenangan 2-0 atas Lecce, membuat mereka kokoh di puncak klasemen dengan jarak 10 poin. Momentum positif ini diharapkan menular ke Eropa.
Namun, Inter harus menghadapi kenyataan pahit tanpa kapten sekaligus mesin gol mereka, Lautaro Martinez, yang cedera betis dan diperkirakan absen setidaknya satu bulan. Lini depan kemungkinan akan diisi kombinasi Marcus Thuram dan Esposito, dengan dukungan Ange-Yoan Bonny.
Kabar baiknya, Denzel Dumfries, Nicolo Barella, dan Hakan Calhanoglu telah kembali bugar. Kehadiran trio ini memberi suntikan kualitas dalam transisi dan kreativitas lini tengah—elemen yang sangat dibutuhkan untuk membongkar pertahanan rapat lawan.
Di kubu seberang, Bodo/Glimt datang tanpa beban. Mereka membawa skuad penuh dan kondisi fisik prima berkat jeda musim dingin liga domestik Norwegia. Stabilitas ini menjadi modal besar untuk mempertahankan keunggulan agregat.
Jens Petter Hauge dan Kasper Hogh kembali menjadi tumpuan utama. Hogh sedang panas dengan empat gol dalam tiga laga Liga Champions terakhir, sementara Hauge telah mengoleksi lima gol musim ini. Kecepatan dan efektivitas serangan balik mereka bisa menjadi ancaman serius bagi Inter yang dipastikan tampil menyerang sejak menit awal.
San Siro hampir pasti akan bergemuruh, mendorong tuan rumah tanpa henti. Pertanyaannya kini sederhana namun berat: mampukah Inter menulis kisah kebangkitan di hadapan publik sendiri, atau justru Bodo/Glimt yang kembali menciptakan sejarah? Malam itu akan menjadi ujian mental, taktik, sekaligus harga diri bagi Nerazzurri.*01*
- WhatsApp: 0812-667-000-70
- Email: [email protected]
Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi,
serta foto atau video yang memiliki nilai berita.
Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.




Tulis Komentar